KTI

Loading

Kamis, 02 Januari 2014

Vitamin A


PENGGUNAAN KAPSUL VITAMIN A DOSIS TINGGI SECARA AMAN

Suplementasi Vitamin A dosis tinggi (200.000 SI atau lebih rendah) yang dilakukan secara berkala kepada anak, dimaksudkan untuk menghimpun cadangan Vitamin A delam hati, agar tidak terjadi kekurangan vitamin A dan akibat buruk yang ditimbulkannya, seperti xeroptalmia, kebutaan dan kematian. Cadangan vitamin A dalam hati ini dapat digunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.
Pemberian kapsul vitamin A 200.000 SI kepada anak usia 1-5 tahun dapat memberi perlindungan selama 6 bulan, tergantung berapa banyak vitamin A dari makanan sehari-hari dikonsumsi oleh anak dan penggunaannya dalam tubuh.
TANYA JAWAB TENTANG HIPERVITAMINOSIS VITAMIN A
1.      a.  Apakah kapsul vitamin A 200.000 SI berbahaya bila diberikan kepada anak umur 1 tahun
yang telah cukup mengkonsumsi makanan-makanan sumber vitamin A ?
Tidak. Pada anak-anak, dosis tunggal vitamin A 200.000 SI masih dibawah maksimum daya simpan hati. Kira-kira 50 % dari dosis yang akan disimpan dalam tubuh anak.
b.  Apakah pemberian itu justru akan menolong?
Ya, untuk mencegah kekurangan vitamin A dan akibat-akibatnya termasuk xeroftalmia dan meningkatnya kemaian, sekiranya masukan suplai vitamin A melalui makanan menurun oleh karena berkurangnya nafsu makan, karena sakit. Setelah beberapa waktu menderita kekurangan vitamin A dan/atau menderita penyakit infeksi, cadangan vitamin A yang ada dalam hati cepat sekali terkuras
2.      a.  Jika seorang anak umur 1 tahun telapak tangannya kekuning-kuningan apakah ini tanda
kebanyakan karoten ?
Hal itu merupakan suatu kemungkinan, tetapi sangat jarang terjadi, bahwa pada umur tersebut seorang anak dapat/akan mengkonsumsi karoten dalam jumlah yang dapat menyebabkan perubahan warna kulit.
b. Apakah kapsul vitamin A dosis 200.000 SI membahayakan?
Tidak. Suplemen kapsul vitamin A dosis tunggal 200.000 SI tidak akan membahayakan, meskipun konsumsi karoten anak tersebut telah tinggi. Hypervitaminosis tidak disebabkan karena kebanyakan konsumsi karotenoid, terutama sekali karena rendahnya tingkat konversi karotenoid menjadi vitamin A.
Catatan :
Ada berbagai bentuk vitamin A. Bentuk jadi vitamin A (retinol) terdapat pada mamalia dan ikan. Karotenoid adalah bentuk provitamin A yang terdapat dalam sayur-sayuran daun berwarna hijau tua dan beberapa buah-buahab berwarna, yang didalam didinding usus diubah menjadi vitamin A aktif. Karotenoid tidak toksis tetapi dapat mewarnai jaringan lemak dan menyebabkan kulit berwarna kekuning-kuningan apabila dikonsumsi dalam dosis yang sangat besar dan dalam jangka waktu yang lama.
3.      Apakah kapsul vitamin A 200.000 SI berbahaya bagi anak umur 1 tahun yang menderita penyakit kuning pada anak (jaundice)?
Tidak. Kapsul vitamin A 200.000 SI tidak membahayakan anak umur 1 tahun yang menderita penyakit kuning. Penyakit kuning disebabkan karena kerusakan sel darah merah dalam jumlah yang berlebihan, peradangan hati dan/atau penyumbatan dalam hati. Pada semua tipe penyakit kuning, pengobatan harus ditujukan kepada penyebabnya, bukan pada gejalanya. Suplementasi vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, dianjurkan.
4.      Apa yang akan terjadi bila bayi umur 6 bulan mendapat vitamin A 200.000 SI ?
Bayi umur dibawah 6 yang mendapat dosis tunggal lebih dari 100.000 SI mungkin akan mengalami penonjolan ubun-ubun (bagian lunak pada kepala bayi). Tetapi keadaan ini hanya terjadi pada sebagian kecil bayi (<1%). Penonjolan ini akan membantu menghilangkan tekanan intrakranial yang hanya sedikit meningkat. Tanda-tanda ini hanya sementara dan hilang dalam waktu 2 hari. Jika anak mengkonsumsi vitamin A dosis lebih dari 200.000 SI, maka anak akan merasa agak mual, muntah atau sakit kepala. Hasil ini terjadi pada 5-20 % anak-anak yang mendapat 300.000 SI – 400.000 SI sekali minum. Dosis yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih sering dapat menimbulkan efek samping dan harus dihindari
5.      Pemberian vitamin A dosis 50.000 IU kepada bayi umur 6 minggu katanya dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat disembuhkan. Apakah betul ?
Pedoman WHO (“Field guide to the detection and control of Xerophthalmia, WHO, 1982”) menganjurkan agar anak-anak diberi vitamin A 50.000 IU pada saat lahir (atau 25.000 IU pada kunjungan EPI (kontak imunisasi), yaitu 4 kali dalam umur 6 bulan pertama) untuk mencegah kekurangan vitamin A dan meningkatkan cadangan vitamin A dalam hati.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin A 50.000 IU dosis tunggal kepada anak -anak di bawah umur 1 bulan tidak menunjukkan, bahwa efek samping. Khususnya, data yang diperoleh dari ribuan anak-anak di Nepal menunjukkan bahwa neonatus (umur < 1 bulan) tahan terhadap dosis tunggal 50.000 IU tanpa tanda-tanda terjadi efek kelebihan. Hanya sedikit sekali dari bayi-bayi usia 1-5 bulan yang mendapat dua kali jumlah ini (100.000 IU sebagai dosis tunggal) yang menunjukkan sedikit penonjolan ubun-ubun (+0.5 %) dan muntah-muntah (+2.0 %). Efek samping terjadi hanya untuk sementara.
6.      Apakah bayi dapat mengalami kelebihan vitamin dari ASI, sekiranya ibunya mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A ?
Tidak. Telah dibuktikan bahwa ibu menyusui serta bayinya akan memperoleh keuntungan jika ibu mendapat vitamin A oral 200.000 IU dosis tunggal segera setelah melahirkan (dalam waktu 1 bulan/masa nifas) Ini akan menjamin jumlah vitamin A yang cukup dalam ASI untuk membantu memenuhi kebutuhan anak. Jumlah vitamin A dalam ASI tidak akan mencapai kadar yang membahayakan bagi bayi, betapa banyakpun bayi itu disusui. Karena itu kapsul vitamin A dosis tinggi (200.000) IU harus diberikan kepada ibu nifas.
Catatan
Meskipun konsumsi dan kadar serum vitamin A dari ibu cukup, konsentrasi vitamin A (retinol dan karoten) dalam ASI akan menurun setelah beberapa lama menyusui dan penurunan terbesar terjadi pada awal masa laktasi.
7.      Jika ibu hamil mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A, apakah ada resiko terhadap janinnya?
Ada kemungkinan terjadi resiko pada janin, bila si ibu mengkonsumsi vitamin A dalam jumlah yang berlebihan, terutama pada trimester pertama. Hasil percobaan binatang menunjukkan terjadi cacat bawaan, baik akibat hipovitaminosis maupun hipervitaminosis A selama kehamilan; tetapi pada manusia hasil tersebut secara statistik tidak bermakna.
Meskipun demikian, mengingat adanya data tentang akibat tersebut diatas, baik pada manusia maupun hewan, bagi wanita-wanita usia subur yang mungkin sedang hamil (misalnya bila telah lebih 6 bulan setelah kelahiran bayi terakhir), sebaiknya hanya mengkonsumsi vitamin A dengan kadar yang secukupnya saja.
8.      Apakah vitamin A aman diberikan kepada wanita hamil?
Vitamin A dosis tinggi tidak dianjurkan untuk diberikan kepada wanita hamil. Untuk menjaga kesehatan dapat diberikan dosis kecil, yaitu yang tidak melebihi 10.000 IU per hari.
9.      Bagaimana dengan wanita hamil yang menderita bercak Bitot atau gejala lain dari xeroftalmia?
Jika wanita hamil menderita rabun senja atau bercak Bitot, ia harus mendapat vitamin A oral 10.000 IU tiap hari paling sedikit selama 2 minggu.
Bila terjadi xeroftalmia dengan lesi kornea yang aktif pada wanita usia subur atau pada wanita yang mungkin sedang hamil, harus dipertimbangkan antara resiko yang mungkin terjadi pada bayi akibat vitamin A dosis tinggi, dan akibat serius kekurangan vitamin A pada ibu bila ibu tidak mendapat vitamin A dosis tinggi. Menurut WHO, UNICEF dan IVACG, adalah beralasan bahwa dalam keadaan seperti ini ibu segera diberi vitamin A 200.000 IU
10.  Sebagai seorang dokter dan pengelola program vitamin A, apa yang harus diketahui tentang frekuensi suplementasi vitamin A/distribusi?
Setiap anak yang membutuhkan vitamin A harus mendapat vitamin A. Ini termasuk juga anak-anak dalam masa pertumbuhan yang seharusnya mendapat vitamin A setiap 6 bulan sekali. Perlu ditambahkan, ini juga termasuk anak-anak yang beresiko tinggi, misalnya terhadap diare yang kronis, campak dan lain-lain. Sebagai contoh, seorang anak yang menderita campak dan telah mendapatkan vitamin A dosis 200.000 IU bulan yang lalu harus mendapatkan tambahan 1 kapsul vitamin A 200.000 IU dan bila perlu diberikan 1 kapsul lagi hari berikutnya. Hal ini akan meningkatkan proses penyembuhan anak dan mencegah kekurangan vitamin A serta komplikasinya.
11.  Kapan “hipervitaminosis” atau kelebihan vitamin A dapat terjadi ?
Hipervitaminosis akut
è Jika anak umur 1-5 tahun menkonsumsi lebih dari 300.000 IU dosis tunggal, maka mungkin akan menderita mual, sakit kepala dan anoreksia pada anak
Hipervitaminosis kronis
è Bayi dan anak usia muda dapat menderita hipervitaminosis kronis, jika mereka megkonsumsi lebih dari 25.000 IU tiap hari selama lebih dari 3 bulan baik yang berasal dari makanan maupun dari pemberian suplemen vitamin.
12.  Bagaimana tanda-tanda atau gejala-gejala hipervitaminosis vitamin A?
Hipervitaminosis vitamin A
è Suatu kondisi dimana kadar vitamin A dalam darah atau jaringan tubuh begitu tinggi sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang tidak diinginkan
Hipervitaminosis akut
è Disebabkan karena pemberian dosis tunggal vitamin A yang sangat besar, atau pemberian berulang dosis tunggal yang lebih kecil tetapi masih termasuk dosis besar karena dikonsumsi dalam periode 1-2 hari.
Hipervitaminosis A akut
è Pada bayi dan anak-anak biasanya terjadi dalam waktu 24 jam. Pada beberapa anak, mengkonsumsi dosis 300.000 IU atau lebih dapat menyebabkan mual, muntah dan sakit kepala. Penonjolan ubun-ubun dapat terjadi pada bayi umur kurang dari 1 tahun yang mengkonsumsi dosis yang sangat besar. tetapi ini ringan dan akan hilang seketika dalam waktu 1-2 hari. Pengobatannya adalah menghentikan suplementasi vitamin A dan pengobatan simptomatis.
è Disebabkan karena mengkonsumsi dosis tinggi yang berulang-ulang dalam waktu beberapa bulan atau beberapa tahun. Keadaan ini biasanya hanya terjadi pada orang dewasa yang mengatur pengobatannya sendiri.
Hipervitaminosis A kronis
è Pada anak-anak usia muda dan bayi biasanya menyebabkan anoreksia (tidak nafsu makan), kulit kering, gatal dan kemerahan, peningkatan tekanan intra-kranial, cegah bibir pecah-pecah, tungkai dan lengan lemah dan membengkak. Pengobatannya adalah menghentikan suplementasi vitamin A dan pengobatan simptomatis. Disamping itu hendaknya terhadap kemungkinan penyakit lain yang dapat merupakan penyebabnya.
13.  Jika seseorang mengkonsumsi vitamin A dosis tinggi yang melebihi 200.000 IU, apa yang terjadi pada vitamin A yang berlebih tersebut dalam tubuh?
Sebagian besar dari vitamin A yang berlebih tersebut dalam bentuk yang tidak berubah akan dikeluarkan melalui air seni dan tinja, selebihnya disimpan dalam hati.
Dalam kasus-kasus khusus (jarang terjadi), pemberian vitamin A jangka panjang akan menyebabkan simpanan dalam hati menjadi jenuh, kadar vitamin A dalam hati dan darah akan tetap tinggi sampai tubuh menggunakan kelebihan vitamin A tersebut.
14.  Apakah akan terjadi kerusakan hati yang permanen akibat vitamin A dosis tinggi?
Dengan dosis yang sangat tinggi lebih dari berbulan-bulan atau bertahun-tahun, hati dapat membesar dan berlemak. Namun demikian, hati akan kembali normal, begitu suplementasi vitamin A yang berlebihan tersebut dihentikan.
15.  Berapa banyak kapsul vitamin A 200.000 IU yang ditelan sekaligus, yang dianggap toksis untuk anak umur 1 tahun yang “intake” vitamin A-nya cukup; dan untuk yang kekurangan vitamin A?
Anak umur 1 tahun tidak diberi dalam bentuk kapsul, kapsul harus dipotong dan dipencet hingga semua isinya masuk dalam mulut anak. Dengan demikian untuk menelan beberapa kapsul sekaligus tampaknya tidak akan terjadi. Pemberian isi dua kapsul sekaligus dapat menyebabkan efek samping. Efek samping ini tidak serius dan hanya bersifat sementara, baik pada anak yang kekurangan vitamin A maupun yang tidak. Namun demikan harus diusahakan agar tidak sampai memberikan 2 kapsul sekaligus.
16.  Bagaimana jika umur 1 tahun menerima 2 kapsul vitamin A 200.000 IU dalam satu bulan atau dalam 24 jam?
Anak tidak akan menderita efek samping jika mendapat 2 kapsul dalam satu bulan (lihat no. 15 diatas). Anak-anak dengan xeroftalmia perlu 1 kapsul pada hari pertama dan 1 kapsul lagi pada hari kedua, dan 4 minggu kemudian 1 kapsul lagi. Anak-anak dengan campak perlu segera diberikan 1 kapsul 200.000 IU.
Jika anak mendapat 2 dosis dari 200.000 IU dalam 24 jam, anak mungkin menderita pusing, mual dan muntah. Tetapi ini akan hilang dalam 1 sampai 2 hari.
17.  Bagaimana bila anak umur satu tahun menelan 10 kapsul sekaligus ?
Vitamin A 2.000.000 IU merupakan penyebab hipervitaminosis akut dan akan menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, muntah dan anoreksia (tidak nafsu makan) yang berat. Hal ini tampaknya dalam prakteknya (pelaksanaannya) tidak akan terjadi. Ingat, kebanyakan anak umur ini tidak mengkonsumsi dalam bentuk kapsul; dan keluarga juga tidak menyimpan/mempunyai persediaan kapsul dalam jumlah besar yang mungkin dapat diambil anak
18.  Berapa lama tanda-tanda atau gejala-gejala ini akan hilang setelah konsumsi vitamin A diberhentikan ?
Akut: Gejala-gejala biasanya sementara dan akan hilang dalam waktu 2 hari
Kronis: Masalah yang tampak sebagian besar akan hilang dalam waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan
19.  Saya seorang perawat, kalau saya menemui kasus dengan gejala kemungkinan (dugaan) hipervitaminosis vitamin A, bagaimana saya mengatasinya ?
Kemungkinan beasr anda tidak akan melihat kasus kelebihan dosis vitamin A. Akan tetapi kalau anda menemui kasus ini, hentikan saja pemberian vitamin A. Gejala-gejala hipervitaminosis vitamin A akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1-4 hari. Jika fasilitas memungkinkan, sebaiknya dirujuk ke Puskesmas dan dilaporkan.
20.  Apakah ada resiko keracunan akibat vitamin A yang telah kadaluarsa dan apakah ada resiko pada anak jika mengkonsumsi vitamin A yang telah kadaluarsa ?
Tanda kadaluarsa produk khusus dari vitamin A yang tercantum pada kemasan menentukan akhir masa simpan dari produk tersebut (“shelf life”). Masa simpan suatu produk menyangkut periode yang telah ditentukan, dalam kondisi penyimpanan yang baik, 90 % dari potensi vitamin A yang ditetapkan masih dapat dijamin.
Idealnya kapsul vitamin A disimpan dalam suhu rendah, misalnya <15°C atau <59°F, dalam wadah yang efektif dapat mencegah terkena sinar matahari (berwarna gelap), oksigen, kelembaban, bahan-bahan oksidasi dan logam-logam.
Kapsul yang telah kadaluarsa tidak membahayakan. Akan tetapi, vitamin dalam kapsul tersebut mungkin telah berkurang dibawah nilai yang telah ditetapkan, yaitu 90%, tergantung cara penyimpanannya, sehingga tidak lagi efektif seperti yang diharapkan.
Kapsul vitamin A yang telah disimpan lebih dari 2,5 tahun pada suhu 23°C (73,4°F) dalam wadah berwarna gelap yang tertutup masih mengandung > 90% potensi semula. Pada suhu yang lebih tinggi potensi kapsul akan lebih banyak berkurang. Tak ada resiko bila mengkonsumsi kapsul yang telah lama. Akan tetapi dengan berlalunya waktu, kadar vitamin A akan makin berkurang, sehingga menjadi kurang efektif.
21.   Bagaimana kita dapat menentukan kapan botol yang berisi kapsul yang telah kadaluarsa harus dibuang?
Jika dijumpai perubahan fisik pada kapsul vitamin A seperti berjamur, lembik atau saling melengket dan sulit dipisahkan satu sama lain, walaupun belum kadaluarsa sebaiknya tidak digunakan.
Jika anda mempunyai suplai kapsul vitamin A dalam botol dengan jumlah yang besar, yang sudah 1 atau 2 tahun lebih dari tanggal kadaluarsa, sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium tentang kadar retinolnya. Ini dibenarkan jika menyangkut jumlah kapsul yang besar karena biaya analisa untuk satu kapsul sama mahalnya dengan harga 3000 kapsul. Karena itu keputusan untuk melakukan analisa potensi hanya dapat dilakukan ditingkat kabupaten/propinsi/pusat.
Akan tetapi, jika tidak dilakukan pemeriksaan kadar vitamin A, maka kapsul yang dibagikan tersebut potensinya mungkin telah berkurang meskipun masih efektif untuk mencegah xeroftalmia (walaupun untuk jangka waktu yang lebih pendek)
22.  Apakah pernah terjadi kematian yang secara ilmiah ternyata disebabkan karena terlalu banyak vitamin A?
Belum pernah dilaporkan terdapatnya kasus kematian akibat keracunan vitamin A pada manusia. Perlu diingat bahwa kekurangan vitamin A justru merupakan faktor besar dalam kematian anak, yang dapat dengan mudah diatasi dengan pemberian satu kapsul vitamin A dosis tinggi tiap 6 bulan sekali pada anak usia 1 - 5 tahun

Selasa, 17 Desember 2013

Transformasi data


FREQUENCY TABLE

PekerjaanIbu Res


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
PNS
930
16.0
16.0
16.0
Swasta
1361
23.4
23.4
39.4
Wiraswasta
1177
20.2
20.2
59.6
Pedagang
864
14.8
14.8
74.4
Buruh/Tani
333
5.7
5.7
80.2
lain2
1155
19.8
19.8
100.0
Total
5820
100.0
100.0

KOMENTAR:
-    Dari 5820  ibu hamil, sebagian besar pekerjaan dari ibu hamil adalah swasta
-    Kurang dari seperempat pekerjaan ibu yang PNS
-    Hanya 5.7% pekerjaan responden sebagai buruh/ tani
-    Tingkat pendapatan responden sudah tergolong  tinggi karena hanya sekitar 5% responden bekerja buruh/tani

Pendidikan Formal


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
BH/SD
175
3.0
3.0
3.0
SLTP
838
14.4
14.4
17.4
SLTA
3222
55.4
55.4
72.8
P.Tinggi
1585
27.2
27.2
100.0
Total
5820
100.0
100.0

KOMENTAR:
-    Pendidikan responden terbanyak adalah SLTA
-    Hanya 3% pendidikan responden yang BH/SD sederajat
-    Pendidikan responden belum tergolong  tinggi karena tidak sampai sepertiga dari responden yang tamat Perguruan Tinggi

GolonganDarah


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
A
2225
38.2
38.2
38.2
AB
1305
22.4
22.4
60.7
B
1022
17.6
17.6
78.2
O
1268
21.8
21.8
100.0
Total
5820
100.0
100.0


KOMENTAR:
-          Sebagian besar dari ibu hamil memiliki golongan darah A
-          Golongan darah responden umumnya merata, karena hampir setiap semua golongan darah mencapai ¼ dari populasi
-          Masih ada responden yang bergolongan darah AB yaitu sekitar 22%

JeniskelaminBalita


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
laki-laki
2670
45.9
45.9
45.9
perempuan
3150
54.1
54.1
100.0
Total
5820
100.0
100.0


KOMENTAR:
-          Dari 5820 ibu hamil, lebih dari 50 % ibu hamil yang memiliki balita jenis kelamin perempuan
-          Dari 5820 responden terdapat 2670 balita yang berjenis kelamin laki-laki

Pemeriksaankehamilan


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Ya
5130
88.1
88.1
88.1
Tidak
690
11.9
11.9
100.0
Total
5820
100.0
100.0

KOMENTAR:                                                                                                        
-          Sebagian besar ibu hamil ada memeriksakan kehamilannya
-          Lebih dari ¾ responden yang memeriksakan kehamilannya
-          kesadaran ibu hamil dalam pemeriksaan kesehatannya sudah tinggi, hal ini dibuktikan dengan lebih dari 75% ibu memeriksakan kehamilannya

Diukurtinggi fundus (Y/T)


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak
56
1.0
1.1
1.1
Ya
5074
87.2
98.9
100.0
Total
5130
88.1
100.0

Missing
System
690
11.9



Total
5820
100.0



KOMENTAR:
-          Dari ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya, hampir 90% diantaranya ada diperiksa TFU
-          Setelah diperiksakan kehamilan hanya 1% responden yang tidak diukur tinggi fundus
-          Standar pelayanan kebidanan di pelayanan kesehatan saat survey pada ibu sudah tercapai dibuktikan lebih dari 80% telah diukur tinggi fundusnya saat pemeriksaan kehamilan

Diukur T B


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
TIDAK
102
1.7
2.0
2.0
YA
5028
85.8
98.0
100.0
Total
5130
87.5
100.0

Missing
System
690
12.5



Total
5820
100.0


Komentar:
-          Dari ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya, hampir 90% diantaranya ada diperiksa TB
-          Dari 5824 responden hanya 102 responden yang tidak diukur tinggi badan saat pemeriksaan
-          Pemeriksaan antropometri pada ibu hamil sudah tercapai, karena lebih dari ¾ populasi saat hamilnya ibu diukur Tinggi Badan

Diukur tensi (Y/T)


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
TIDAK
17
.3
.3
.3
YA
5113
87.3
99.7
100.0
Total
5130
88.1
100.0

Missing
System
690
11.9



Total
5820
100.0


Komentar:
-          Dari ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya, hampir 90% diantaranya ada diperiksa TD
-          Dalam pemeriksaan kehamilan, standar pelayanan yang diberikan telah baik karena hanya 0,3% yang tidak diukur tekanan darah responden
-          Pelayanan kesehatan sudah melaksanakan deteksi dini komplikasi pada ibu hamil, dibuktikan dengan lebih dari 80 % ibu hamil telah diukur tekanan darahnya.

Diberi tablet Fe(Y/T)


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak
289
5.0
5.6
5.6
Ya
4841
83.2
94.4
100.0
Total
5130
88.1
100.0

Missing
System
690
11.9



Total
5820
100.0


Komentar:
-          Dari ibu hamil yang pernah memeriksakan kehamilannya, 83,2 % diantaranya ada diberi tablet Fe
-          Pemberian tablet Fe dalam pemeriksaan kehamilan sudah efektif karena hanya 5 % yang tidak mendapatkannya

Diimunisasi TT(Y/T)


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak
395
6.8
7.7
7.7
Ya
4735
81.4
92.3
100.0
Total
5130
88.1
100.0

Missing
System
690
11.9



Total
5820
100.0


Komentar:
-          Dari 5824 responden ibu yang melakukan penimbangan balita hanya 6,8 % yang tidak melakukan imunisasi TT
-          Pencegahan infeksi tetanus telah dilakukan oleh pelayanan kesehatan dibuktikan dengan ¾ dari populasi yang mendapatkan imunisasi TT.

Akseptor KB (Y/T)


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
Tidak
1758
30.2
30.2
30.2
Ya
4062
69.8
69.8
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Komentar:
-          Responden sudah berperan aktif dalam pemakaian kontrasepsi, hal ini dibuktikan dengan lebih dari separoh yang menjadi akseptor KB
-          Keterpaparan kontrasepsi pada responden yang mempunyai balita sudah tinggi karena kurang dari 1/3 responden yang tidak menggunakan KB


Kontrasepsi yang dipakai


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
IUD
1283
22.0
31.6
31.6
Kondom
544
9.3
13.4
45.0
PIL
1621
27.9
39.9
84.9
Susuk
367
6.3
9.0
93.9
Lain2
247
4.2
6.1
100.0
Total
4062
69.8
100.0

Missing
System
1758
30.2



Total
5820
100.0



Komentar:
-          Kontrasepsi pil adalah kontrasepsi yang paling digemari oleh akseptor KB.
-          Responden yang ingin menggunakan kontrasepsi hormonal masih kurang dari 1/3


Alasantidakber-KB


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
masihinginpunyaanak
977
16.8
55.6
55.6
dilarangsuami
526
9.0
29.9
85.5
tidaksesuaidengankeinginan
222
3.8
12.6
98.2
Lain2
32
.5
1.8
100.0
Total
1757
30.2
100.0

Missing
System
4063
69.8



Total
5820
100.0


Komentar:
-          Alasan terbanyak responden tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi adalah karena responden masih ingin punya anak
-          Masih ingin punya anak adalah alasan utama responden untuk tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi
-          Dari 5824 orang responden, 222 orang responden tidak menggunakan Kb karena tidak sesuai dengan keyakinan.






Rencana T4 melahirkan


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
RSB/RSU
1695
29.1
29.1
29.1
PKM/Pustu
1233
21.2
21.2
50.3
Nakes
2676
46.0
46.0
96.3
Dukun
173
3.0
3.0
99.3
Lain2
43
.7
.7
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Komentar:
-          Sebahagian besar responden ingin merencanakan tempat  persalinan di tenaga kesehatan
-          Cakupan nakes pada saat pemeriksaan ibu hamil sudah besar karena hanya 3 % yang merencanakan kelahiran anaknya di dukun.





Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid

5571
95.7
95.7
95.7
COITUS INTERUPTUS
1
.0
.0
95.7
IMPLANT
9
.2
.2
95.9
KALENDER
19
.3
.3
96.2
KONTRASEPSI ALAMI
2
.0
.0
96.3
MENGHITUNG KALENDER
1
.0
.0
96.3
METODE KALENDER
11
.2
.2
96.5
SISTEM KALENDER
2
.0
.0
96.5
SUNTIK
174
3.0
3.0
99.5
SUNTIK 1 BULAN
10
.2
.2
99.7
SUNTIK 3 1 BULAN
1
.0
.0
99.7
SUNTIK 3 BULAN
18
.3
.3
100.0
SUNTUK
1
.0
.0
100.0
Total
5820
100.0
100.0

KOMENTAR:
  • Kontrasepsi lain yang paling seringdigunakanrespondenadalahpenggunaansuntik
  • Hanya 1responden  dari 5820 yang menggunakankontrasepsi coitus interuptus




Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid

5788
99.5
99.5
99.5
DILARANG ORANG TUA
1
.0
.0
99.5
IBU BELUM PUNYA ANAK
1
.0
.0
99.5
INGIN PUNYA ANAK
10
.2
.2
99.7
INGN PUNYA ANAK
1
.0
.0
99.7
KURANG YAKIN
1
.0
.0
99.7
MENJARANGKAN KEHAMILAN
5
.1
.1
99.8
MENUNDA KEAHMILAN
1
.0
.0
99.8
MENUNDA KEHAMILAN
8
.1
.1
99.9
TAKUT
1
.0
.0
99.9
TAKUT MEMAKAI KB
1
.0
.0
100.0
TIDAK PUNYA UANG
2
.0
.0
100.0
Total
5820
100.0
100.0

KOMENTAR:
  • Alasan utama responden tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi adalah karena responden masih ingin punya anak
  • Masih ada 1 orang dari 5820 responden yang takut untuk menggunakan alat kontrasepsi
  • Alasan lain dari ibu tidak menggunakan KB adalah untuk menunda kehamilan

BBIBU KATEGORI


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
RENDAH
463
7.9
8.0
8.0
NORMAL
4016
68.5
69.0
77.0
TINGGI
1341
22.9
23.0
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Missing
System
0
.0



Total
5820
100.0



KOMENTAR:
·         Lebih dari setengah responden memiliki berat badan normal
·         Masih ada responden yang memiliki berat badan yang tergolong rendah yaitu sekitar 8%
                       
HB1 KATEGORI


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
RENDAH
677
11.6
11.6
11.6
NORMAL
4609
78.7
79.2
90.8
TINGGI
534
9.1
9.2
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Missing
System
0
.0



Total
5820
100.0



KOMENTAR:
  • Lebih dari setengah responden memiliki HB sebelum hamil yang normal
  • Masih ada responden yang HB sebelum hamilnya tergolong tinggi yaitu sekitar 9%

HB2 KATEGORI


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
RENDAH
716
12.2
12.3
12.3
NORMAL
4170
71.2
71.6
84.0
TINGGI
934
15.9
16.0
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Missing
System
40
.0



Total
5820
100.0




KOMENTAR:
  • Lebih dari setengah responden memiliki HB saat hamil normal
  • Masih ada responden yang HB saat hamilnya tergolong tinggi yaitu sekitar 16%
KATEGORI


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
RENDAH
997
17.0
17.1
17.1
NORMAL
4136
70.6
71.1
88.2
TINGGI
687
11.7
11.8
100.0
Total
5820
100.0
100.0

Missing
System
0
.0



Total
5820
    100.0



KOMENTAR:
  • Lebih dari setengah responden memiliki balita yang TB normal
  • Masih ada responden yang memiliki balita dengan TB tinggi yaitu sekitar 12%







TABEL DITRIBUSI FREKUENSI DATA NUMERIK

Statistics


UmurIbu (tahun)
TinggiBadan (cm)
BeratBadan  (kg)
T D Sistolik
T D Diastolik
Kadar HB Sebelumhamil
Kadar HB saatini
UmurBalita (bln)
B B (kg)
T B (cm)
FrekuensiPemeriksaanKehamilan
IMTIBU
N
Valid
5820
5820
5820
5820
5820
5820
5820
5820
5820
5820
5130
5820
Missing
40
40
40
40
40
40
40
40
40
40
730
40
Mean
27.90
157.600
58.427
117.79
77.39
11.314
11.117
29.47
12.837
87.223
5.08
23.5320
Median
27.00
157.000
57.000
120.00
80.00
11.200
11.000
29.00
13.000
88.000
4.00
23.0518
Mode
26
156.0
56.0
120
80
11.0
11.0
26a
13.0
80.0
4
23.01
Std. Deviation
4.269
5.9993
7.1703
9.782
9.608
.7873
.7136
12.791
4.3469
13.9253
4.208
2.67771
Skewness
.815
.360
.693
1.397
.986
.924
.003
.050
.351
-.195
9.429
.852
Std. Error of Skewness
.032
.032
.032
.032
.032
.032
.032
.032
.032
.032
.034
.032
Kurtosis
.971
.295
.806
7.262
3.588
4.924
6.150
-.585
-.273
-.205
135.151
1.124
Std. Error of Kurtosis
.064
.064
.064
.064
.064
.064
.064
.064
.064
.064
.068
.064
Minimum
15
138.0
36.0
90
60
8.0
7.0
0
3.0
50.0
1
14.61
Maximum
45
180.0
88.0
190
130
18.0
18.2
59
25.0
125.0
91
36.68


KOMENTAR:
1.        Umurrespondendalampenelitianiniberkisrantara 15 sampai 45 tahundengan rata – rata 27,9 (±4,27)Tahun
2.        Tinggibadandalampenelitianiniberkisrantara 138  sampai 180 cm  dengan rata – rata 157,6 (±5,99)cm
3.        Beratbadandalampenelitianiniberkisrantara 36 sampai 88 Kg  dengan rata – rata 58,43 (±7,17)Kg
4.        TekananDarahSistolikdalampenelitianiniberkisrantara 90  sampai 190 mmHg dengan rata – rata 117,79 (±9,78)mmHg
5.        TekananDarahDiastolikdalampenelitianiniberkisrantara 60 sampai 130 mmHg dengan rata – rata 77,9 (±9,61)mmHg
6.        Kadar HB SebelumHamildalampenelitianiniberkisrantara 8  sampai 18gr%  dengan rata – rata 11,31 (±0,79)gr%
7.        Kadar HB SaatInidalampenelitianiniberkisrantara 7  sampai 18,2gr%  dengan rata – rata 11,12 (±0,71)gr%
8.        UmurBalitadalampenelitianiniberkisarantara  0 sampai 59 bulahdengan rata – rata 29,47 (±12,79)bulan
9.        BeratBadanBalitadalampenelitianiniberkisrantara 3 sampai 25 Kg dengan rata – rata 12,84 (±4,37)Kg
10.     TinggiBadanBalitadalampenelitianiniberkisrantara 50 sampai 125 cm  dengan rata – rata 87,22 (±13,92)cm
11.     FrekuensiPemeriksaanKehamilandalampenelitianiniberkisrantara 1 sampai 90 kali dengan rata – rata 5,08 (±4,21)kali
12.     IMT Ibudalampenelitianiniberkisrantara 14,61  sampai 36,68 dengan rata – rata 23,53 (±2,68)